nama : Sonia karlina
nim A1C111027
ujian mid semester kimia organik II
1. Asam
karboksilat dapat ditransformasi menjadi beberapa turunan. Buatlah skema reaksi
perubahan dari suatu ester menjadi amida selanjutnya target akhirnya adalah
benzoil khlorida.
Jawab:
Apabila fenil asetat
ditambah dengan amonia akan menghasilkan benzamida+ metanol
C6H5COOCH3
+ NH3 → C6H5CONH2 + CH3OH
Selanjutya direaksikan dengan
HCl akan menghasilkan benzoil klorida + amonia
C6H5CONH2
+ HCl → C6H5COCl
+ NH3
2. Temukan
manfaat dari benzoil khlorida, jelaskan bagaimana mekanisme senyawa benzoil
khlorida berperan.
Jawab :
Benzoil klorida
memiliki rumus molekul C6H5COCl. Gugus –COCl terikat
langsung pada sebuah cincin benzen. Benzoil klorida, juga dikenal sebagai
benzenalkarbonil klorida, adalah cairan tak berwarna dan berkabut C6H5COCl
dengan bau yang menusuk.
Senyawa ini digunakan
sebagai bahan kimia antara dalam pembuatan zat warna, parfum, peroksida,
obat-obatan, dan resin. Ia juga digunakan dalam bidang fotografi dan digunakan
dalam proses pembuatan tanin sintetik. Ia sebelumnya digunakan sebagai gas
iritan dalam peperangan.
Benzoil klorida juga
dapat menghasilkan sebuah ester dan amida terkait apabila ia direaksikan dengan
alkohol atau amina.
C6H5COCl
+ OH → C6H5COOH + HCL
Selain itu ia juga
dapat membentuk sikloheksil benzoat (97 %) apabila ia direaksikan dengan
sikloheksanol dengan bantuan piridin.
C6H5COCl
+ C6H5 → C6H5COOC6H5
3. Bila
benzoil khlorida dikonversi menjadi asam benzoat. Buatlah tiga contoh turunan
asam benzoat sebagai model, kemudian jelaskan pengaruh efek resonansi terhadap
kekuatan tiga jenis asam benzoat yang anda modelkan.
Jawab :
a.
bila benzoil klorida direaksikan dengan
asam asetat menghasilkan suatu asam asetil salisilat dan HCl. Seperti kita
ketahui resonansi terjadi karena adanya delokalisasi ikatan rangkap ke ikatan
tunggal. Sehingga faktor resonansi tersebut mempengaruhi keasaman senyawa. Pada
reaksi ini delokalisasi yang terjadi dimana muatan negatif sekitar oksigen
mengikat CH3 pada asam asetilsalisilat tersebut yang menyebabkan
resonansi. Sehingga asam asetilsalisilat mempunyai tingkat keasaman yang besar.
C6H5COCl
+ CH3COOH → C6H5COOCH3COOH
Apabila
benzoil klorida direaksikan dengan natrium
hidroksida akan menghasilkan natrium benzoat dengan HCl. Pada reaksi
ini, resonansi terjadi pada delokalisasi lebih jauh dari muatan Na, sehingga
menyebabkan keasaamn dari suatu asamnya.
C6H5COCl
+ Na(OH)2 → C6H5COO- + Na2+
b.
Apabila benzoil klorida di reaksikan
dengan kalsium hidroksida dalam air, dengan bantuan besi sebagai katalis akan
menghasilkan suatu kalsium benzoat pada proses ini resonansi terjadi pada
delokalisasi atom oksigen terhadap kalsium. Resonansi ini menyebabkan muatan
negatif O jauh pada muatan positif yang terdapat pada Ca2+
C6H5COCl
+ Ca(OH)2 → C6H5COO- + Ca2+
4. Usulkan
turunan asam benzoat yang anda gunakan pada soal no.3 dapat dibiodegradasi oleh
suatu mikroorganisme, bagaimana hasil akhir penguraiannya?
Jawab:
pada artikel yang saya
baca, dalam kemampuan inokulum mendegradassi senyawa uji dibutuhkan senyawa
standar yaitu natrium benzoat yang meruapakn senyawa aromatik dari senyawa
organik. Persentase Na-benzoat setelah 28 hari pada pengukuran pertama, kedua,
dan ketiga berturut-turut 64.78, 82, dan 64.65%. Persentase biodegradasi
Na-benzoat ini memenuhi ketentuan AISE/CESIO (2003) yaitu 61–95%. Hal ini
menunjukkan bahwa hasil pengukuran senyawa uji dapat diterima karena senyawa
standar yang digunakan dapat terdegradasi dengan baik.