Selasa, 30 April 2013

ujian mid semester kimia organik II



nama : Sonia karlina
nim A1C111027
ujian mid semester kimia organik II

1.    Asam karboksilat dapat ditransformasi menjadi beberapa turunan. Buatlah skema reaksi perubahan dari suatu ester menjadi amida selanjutnya target akhirnya adalah benzoil khlorida.
Jawab:
Apabila fenil asetat ditambah dengan amonia akan menghasilkan benzamida+ metanol
C6H5COOCH3 + NH3 → C6H5CONH2 + CH3OH
Selanjutya direaksikan dengan HCl akan menghasilkan benzoil klorida + amonia
C6H5CONH2 + HCl  → C6H5COCl + NH3
2.    Temukan manfaat dari benzoil khlorida, jelaskan bagaimana mekanisme senyawa benzoil khlorida berperan.
Jawab :
Benzoil klorida memiliki rumus molekul C6H5COCl. Gugus –COCl terikat langsung pada sebuah cincin benzen. Benzoil klorida, juga dikenal sebagai benzenalkarbonil klorida, adalah cairan tak berwarna dan berkabut C6H5COCl dengan bau yang menusuk.
Senyawa ini digunakan sebagai bahan kimia antara dalam pembuatan zat warna, parfum, peroksida, obat-obatan, dan resin. Ia juga digunakan dalam bidang fotografi dan digunakan dalam proses pembuatan tanin sintetik. Ia sebelumnya digunakan sebagai gas iritan dalam peperangan.
Benzoil klorida juga dapat menghasilkan sebuah ester dan amida terkait apabila ia direaksikan dengan alkohol atau amina.
C6H5COCl + OH → C6H5COOH + HCL
Selain itu ia juga dapat membentuk sikloheksil benzoat (97 %) apabila ia direaksikan dengan sikloheksanol dengan bantuan piridin.
C6H5COCl + C6H5 → C6H5COOC6H5

3.    Bila benzoil khlorida dikonversi menjadi asam benzoat. Buatlah tiga contoh turunan asam benzoat sebagai model, kemudian jelaskan pengaruh efek resonansi terhadap kekuatan tiga jenis asam benzoat yang anda modelkan.
Jawab :
a.       bila benzoil klorida direaksikan dengan asam asetat menghasilkan suatu asam asetil salisilat dan HCl. Seperti kita ketahui resonansi terjadi karena adanya delokalisasi ikatan rangkap ke ikatan tunggal. Sehingga faktor resonansi tersebut mempengaruhi keasaman senyawa. Pada reaksi ini delokalisasi yang terjadi dimana muatan negatif sekitar oksigen mengikat CH3 pada asam asetilsalisilat tersebut yang menyebabkan resonansi. Sehingga asam asetilsalisilat mempunyai tingkat keasaman yang besar.

C6H5COCl + CH3COOH → C6H5COOCH3COOH

Apabila benzoil klorida direaksikan dengan natrium  hidroksida akan menghasilkan natrium benzoat dengan HCl. Pada reaksi ini, resonansi terjadi pada delokalisasi lebih jauh dari muatan Na, sehingga menyebabkan keasaamn dari suatu asamnya.

C6H5COCl + Na(OH)2 → C6H5COO- + Na2+

b.      Apabila benzoil klorida di reaksikan dengan kalsium hidroksida dalam air, dengan bantuan besi sebagai katalis akan menghasilkan suatu kalsium benzoat pada proses ini resonansi terjadi pada delokalisasi atom oksigen terhadap kalsium. Resonansi ini menyebabkan muatan negatif O jauh pada muatan positif yang terdapat pada Ca2+

C6H5COCl + Ca(OH)2 → C6H5COO- + Ca2+

4.    Usulkan turunan asam benzoat yang anda gunakan pada soal no.3 dapat dibiodegradasi oleh suatu mikroorganisme, bagaimana hasil akhir penguraiannya?
Jawab:
pada artikel yang saya baca, dalam kemampuan inokulum mendegradassi senyawa uji dibutuhkan senyawa standar yaitu natrium benzoat yang meruapakn senyawa aromatik dari senyawa organik. Persentase Na-benzoat setelah 28 hari pada pengukuran pertama, kedua, dan ketiga berturut-turut 64.78, 82, dan 64.65%. Persentase biodegradasi Na-benzoat ini memenuhi ketentuan AISE/CESIO (2003) yaitu 61–95%. Hal ini menunjukkan bahwa hasil pengukuran senyawa uji dapat diterima karena senyawa standar yang digunakan dapat terdegradasi dengan baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar